Share

 

 

KPKindonesia.com | BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui pembelajaran ilmu fiqih yang memberikan pemahaman tentang tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan agama Islam.

 

Bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Banyuwangi, para santri Pondok Pesantren (Ponpes) At-Taubah yang merupakan warga binaan mengikuti kegiatan pembelajaran fiqih dengan materi perawatan jenazah, khususnya praktik mengkafani jenazah, Senin (19/10).

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keagamaan untuk memperdalam pemahaman santri mengenai kewajiban seorang muslim dalam mengurus jenazah. Melalui penyampaian materi dan praktik, para peserta diharapkan mampu memahami tahapan mengkafani jenazah secara benar sesuai ketentuan syariat Islam.

 

Pembelajaran tersebut juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, meningkatkan kesadaran beragama, serta menanamkan sikap tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Melalui program pembinaan di Ponpes At-Taubah, Lapas Banyuwangi berupaya menghadirkan kegiatan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada penambahan pengetahuan, tetapi juga mendorong pembentukan karakter dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

 

Pembinaan kerohanian diharapkan menjadi bekal positif bagi warga binaan selama menjalani masa pidana sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai keagamaan, moral, dan sosial yang lebih kuat.

 

Dengan pembelajaran fiqih yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Banyuwangi terus mendorong warga binaan untuk menjadikan proses pembinaan sebagai momentum memperbaiki diri, memperdalam ilmu agama, dan membangun kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.(Zan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top