Share

KPKindonesia.com | JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat kehadiran personel di wilayah yang memiliki potensi kerawanan dan konflik sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat menegaskan, kehadiran polisi harus diprioritaskan di lokasi-lokasi yang berpotensi memicu gangguan keamanan maupun konflik sosial.

Dalam pelaksanaannya, pendekatan humanis dan dialogis tetap dikedepankan.“Pada hakikatnya Polri ini berada di tempat-tempat kerawanan. Polisi memang harus hadir di setiap tempat yang berpotensi menimbulkan konflik,” kata Wahyu di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Menurut Wahyu, upaya menjaga stabilitas kamtibmas saat ini dijalankan melalui berbagai operasi kepolisian. Tercatat sebanyak 419 operasi dilaksanakan, terdiri atas sembilan operasi terpusat di tingkat Mabes Polri dan 410 operasi kewilayahan yang dilaksanakan jajaran Polda di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut turut diiringi dengan penurunan angka konflik sosial. Wahyu menyebut, berdasarkan data yang dimiliki Polri, jumlah peristiwa konflik sosial mengalami penurunan sebesar 37,5 persen.

Sementara itu, jumlah korban akibat konflik sosial tercatat turun hingga 77,1 persen.“Komitmen Polri adalah hadir melayani, mengamankan agenda bangsa, dan tanggap bencana bagi masyarakat,” ujar Wahyu.

Penguatan kehadiran polisi juga dilakukan melalui optimalisasi peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Saat ini, Polri memiliki 40.924 personel Bhabinkamtibmas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, jumlah tersebut baru mencakup sekitar 55 persen dari total 83.762 desa di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Polri dalam memperkuat pelayanan kepolisian hingga ke tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Wahyu mengatakan, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto memiliki visi dan misi untuk memperkuat struktur Polri di lini terbawah, salah satunya melalui penambahan personel Bhabinkamtibmas di tingkat Polsek.

Ia menjelaskan, Polsek memiliki posisi strategis sebagai sentra pelayanan sekaligus salah satu ujung tombak Polri dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat.Pemenuhan kebutuhan personel Bhabinkamtibmas akan dilakukan secara bertahap, termasuk melalui pembukaan rekrutmen anggota Polri.

Penambahan personel diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan serta mempercepat respons kepolisian terhadap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.“Sehingga, ketika semua pelayanan masyarakat di level terbawah ini terpenuhi, saya pikir masyarakat akan terlayani dengan baik. Jadi kalau mau cari polisi tidak sulit,” tutup Wahyu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top