KPKindonesia.com | TENGGARONG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong terus memperkuat pendekatan pembinaan yang humanis melalui program Humanis Cakra Pastarung dengan mengedepankan prinsip memahami, mendengar, dan memberi solusi.
Program ini menjadi langkah nyata dalam membangun komunikasi yang terbuka antara jajaran petugas dan warga binaan. Melalui dialog secara langsung, warga binaan diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, mengutarakan kendala, serta membicarakan berbagai persoalan yang dihadapi selama menjalani masa pembinaan.
Pendekatan humanis tersebut menempatkan komunikasi dan kepedulian sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif. Setiap aspirasi diupayakan untuk didengar dan dipahami, sementara setiap permasalahan ditelaah guna mencari solusi yang tepat sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui Humanis Cakra Pastarung, Lapas Kelas IIA Tenggarong berupaya membangun hubungan yang lebih terbuka dan saling menghargai. Dialog tidak hanya menjadi sarana menyampaikan keluhan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kepercayaan, mencegah kesalahpahaman, serta mendukung pelaksanaan pembinaan yang lebih efektif.
Komunikasi yang baik diharapkan mampu membantu petugas memahami kebutuhan warga binaan secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, langkah pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah, mengedepankan nilai kemanusiaan, serta tetap berpedoman pada aturan dan tanggung jawab institusi.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Tenggarong menegaskan bahwa pembinaan bukan semata-mata tentang penerapan aturan, melainkan juga tentang bagaimana membangun kesadaran, memberikan pendampingan, dan membuka ruang bagi setiap individu untuk memperbaiki diri.
Humanis Cakra Pastarung: Mendengar dengan hati, melayani dengan empati, membina dengan solusi. (Red)
